Terjebak Nostalgia: Blok M

Saya mulai menyadari bahwa kenangan masa lalu saya pelan-pelan punah. Pasar Minggu adalah salah satu contoh. Satu per satu rumah pegawai pertanian telah terjual atau berubah fungsi.

Akhirnya saya memutuskan untuk menulis. Dengan begitu saya bisa menata kenangan ini dengan baik untuk saya pribadi. Kali ini yang saya mau angkat adalah Blok M.

Dua tahun yang lalu saya sempat ke sini menyelesaikan pekerjaan survey. Namun baru seminggu ini, saya melihat lebih dekat, Blok M sudah jauh berubah dan tertatih-tatih. Pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan muncul di mana-mana dan Blok M menjadi semakin terpuruk dengan pembangunan jalan di sekitarnya.

Blok M tidak seramai dulu. Saya masih ingat masa SD sampai SMA saya ke Blok M naik Metromini 75. Sekedar beli buku di Gramedia atau beli baju di Melawai Plaza. Seiko ketika itu selalu rutin dengan pengunjung.

image

Sekarang Melawai benar-benar nyaris kosong kecuali di lantai dasar. Orang sudah tidak lagi membeli jam karena cukup menggunakan ponsel sebagai penunjuk waktu. Blok M Square dengan bangunan barunya yang menggantikan Aldiron pun sepi. Jauh lebih ramai ITC Depok untuk kelas barang yang dijual.

Mungkin memang tidak ada yang abadi di dunia ini. Yang bisa kita lakukan hanyalah menata kenangan sambil berjalan ke depan.

image

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s