Iseng Coba Vending Machine Mandiri

bergereja ala kharismatik yang selalu menempati gedung perkantoran itu adalah bisa berpetualang mencoba hal – hal yang ga perlu. haha.

Sudah dua tahun ini saya selalu ke Plasa Bapindo yang terletak di belakang Gedung Mandiri/ Citibank. Masalah utama saya selalu satu: butuh minum karena gampang haus. Nah beli di penjual yang ada di luar gereja itu bikin kesel karena bisa mencapai 10.000 per botol. Mau beli di luar yang ada cuma penjual minuman sachet yang berkeliling dengan sepeda.

Hari ini saya baru lihat ada vending machine (apa ya bahasa Indonesianya) diletakan di dekat barisan ATM Mandiri. Iseng saya lihat bagaimana pembayarannya. Ternyata cukup tempel e-money. Terus terang saya tidak suka vending machine yang terima uang karena saya tidak percaya apakah uang yang dimasukkan terbaca dengan tepat. Berikutnya saya memperhatikan harga. 6000 rupiah untuk The Pucuk. Ya kalau di warung Bang Ucok bisa lebih murah. Cuma kan Bang Ucok nun jauh di Depok ya. Lebih masuk akal daripada minuman di penjual gereja pula.

Ya sudah coba aja. sisa saldo saya di e-money tinggal 25 ribu kalau tidak salah. Kalaupun ada saldo minimum untuk pembelian saya akan mindik-mindik pergi toh sepi cuma satpam yang sedang mendengarkan dangdut di meja lobi.

Saya pilih produk, saya tempel kartunya, dalam hitungan detik, minuman menggelinding keluar. Hore!! Saya tahu BCA dan Mandiri selalu salip-salipan dalam kompetisi apapun. Saya jadi ga sabar nunggu BCA buat vending machine juga keluarnya pop mie panas. muahahaha.

image

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s