3 Produk Kosmetik yang Dibeli Ulang

Dengan maraknya pemain baru produk kosmetik, baik yang dibuat oleh selebriti maupun selebgram, ada satu hal yang sebenarnya saya amati. Merek dan produk apa yang mengalami pembelian ulang?

Dengan produk yang lalu lalang di media sosial (instagram misalnya), sebuah produk bisa begitu saja dilupakan orang, begitu ada produk lain yang muncul dan dipuji puja oleh para pemberi pengaruh (baca: social influencer). Para pemberi pengaruh ini membahas produk dalam bentuk apa adanya menurut mereka. Sering dilakukan serentak seiring arahan awal dari tim agen marketing. Begitu banyak informasi baru yang muncul, bagian pemasaranlah yang putar otak memastikan produk mereka kembali dibeli oleh konsumen yang notabene adalah konsumen yang bisa beralih ke kompetitor mengikuti ulasan orang lain.

Mengingat keseharian saya di dunia promo, marketing, penjualan dan turunannya, harap maklum kalau saya sangat selektif untuk tidak termakan promosi. Itu seperti jeruk kena kecapan promo jeruk *membingungkan ga sih*. Setelah saya perhatikan pola pembelian, ternyata ada tiga produk yang secara setia saya beli :

  1. Pixy Two Way Cake Tropical Beige (isi ulang 18.000)
  2. Inez Eye Shadow no 5 : Venice (40.000)
  3. Pensil Alis Viva (35.000)

Oh ya prinsip utama pembelian ulang sebuah produk (repurchase) menurut saya adalah mudah dibeli seketika. Maksudnya?

  1. Produk mudah didapat kalau ternyata sudah habis
  2. Harga dibawah 100 ribu sehingga saya bisa beli mendadak

wp-1476075418793.jpeg

Siksaan batin untuk saya pribadi jika ternyata sebuah produk yang saya beli dan habis, harus terengah-engah membelinya kembali.

Nah Pixy Two Way Cake ini saya gunakan sejak awal 2016 dan sudah 4x beli ulang. Pixy Two Way Cake ini memenuhi dua syarat di atas. Saya bisa membelinya di ITC. (Dijual di Alfamart cuma tidak ada warna Tropical Beige)

Inez saya beli pertama kali tahun 2006. Yang pertama jatuh terbanting sehingga isi tumpah semua. Yang kedua penyimpanan yang lembap ketika saya pindah dari Pasar Minggu ke Depok membuat eye shadow tersebut rusak dan harus saya buang. Di awal hidup di Depok saya bertahan tidak membeli Inez eye shadow kembali atas nama keterbatasan dana dan situasi yang jarang dandan ketika itu. Lama-lama koq saya gatel ya karena eye shadow yang ada pada saya tidak sebagus Inez. Akhirnya kemarin saya memutuskan untuk membeli kembali kenangan saya akan eye shadow Inez #tsah

Pensil Alis Viva sudah batang ketiga. Haha. ((batang)). Saya sempat tergoda dengan Anastasia Beverly Hills, tapi menyadari bahwa saya anaknya males repot, saya akhirnya memilih loyal dengan Viva. Apalagi ditambah dengan banyaknya tutorial yang menunjukkan pembentukan alis paripurna juga bisa pakai Viva asal tangannya rajin berlatih.

Berdandan paripurna tidak harus mahal. Banyak merek lokal yang menghasilkan dandanan sempurna cuma memang pamor mereka tenggelam dengan merek-merek baru ataupun merek luar negeri yang gencar membayar orang (baca: beauty blogger dkk) untuk berpromosi. Apa yang cocok untuk saya sampai dibeli berulang kali belum tentu cocok buat anda sih. Yang mau saya sampaikan di sini adalah :

riset di tengah kepungan promosi ataupun ulasan blogger. Menemukan produk yang layak untuk dibeli ulang memang butuh perjalanan panjang. Namun begitu ketemu, kita bisa jadi tegak berdiri tidak tergoda dan berpaling dengan segala promosi.

Hahaha. gile ye gue dandan aja pake idealisme cuy!!

wp-1476077875680.jpeg

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s