Jika Hidup Saya di 2016 adalah Film, Maka..

Saya tahu 2016 belum berakhir. Namun saya bisa pastikan 10 hari yang tersisa hanya akan berakhir ala kadarnya tiada makna khusus yang bisa membuat saya menjura.

My Stupid Boss

Iseng saya memilih film apa yang cocok menggambarkan hidup saya di tahun 2016. Ternyata My Stupid Boss. Bukan, bukan bagian saya punya bos yang menyebalkan. Namun lebih ke bagian seorang perempuan yang merasa perlu mengaktifkan otaknya dengan terus bekerja. Akhirnya 2016 ini hidup saya berakhir dengan kerja, kerja, kerja. Loh koq jadi slogannya Jokowi. Ini kan harusnya membahas film?

penjara-setan-prj-4.jpg.jpeg
(not) my (stupid) boss

Balik lagi ke My Stupid Boss. Seperti si KERAni, 2016 saya melakukan segalanya yang otak saya bisa lakukan. Tentu saja tidak jauh-jauh dari administrasi, pekerjaan remeh ala manusia remahan peyek. Karena kalau saya sedikit cerdas dan menguasai ilmu pemograman, saya bisa sesumbar bahwa saya adalah harta karun bagi para startup digital yang sedang menjamur di Indonesia. Sayangnya Tuhan sudah tahu kelicikan saya jauh sebelum saya lahir. Kemampuan remeh temeh lah modal saya. Lumayan, manusia macam saya ini bisalah mencari recehan untuk bertahan hidup di belahan dunia manapun.

Sebenarnya saya tidak sejago itu berbantah-bantah dengan manusia lain seperti tokoh Kerani di film My Stupid Boss. Namun terlatih cuma menelan ludah setiap kali Ramot komentar, protes ini, protes itu, akhirnya saya pun pelan-pelan mulai cepat menjawab sekalipun seringkali masih berakhir dengan menangis seperti yang terjadi minggu lalu ketika saya menyambar komentar Ramot soal presentasi kebersihan kantor.

Nah tahu kan di film My Stupid Boss, perjalanannya ke luar kota pun urusannya karena urusan kantor? Kurang lebih saya bernasib sama. Saya coba menikmati saja beberapa waktu tersebut. Saya anggap bagian dari variasi diantara 365 hari yang isinya jelas: bersih-bersih-laporan-pekerjaan sterilan atau peentar-bersih-bersih kembali.

Iron Man

Ramot menjadi Iron Man. Bekerja dan menyelamatkan dunia di waktu senggangnya. Saya? jauh panggang dari api antara saya dengan Pepper lah.. Saya mencoba menjalani peran pembersih rumah, bekerja lepas supaya saya merasa mandiri, menjadi admin Rumah Steril dan membantu Peentar, kantor Ramot (nah mungkin di bagian ini saya mirip dengan Pepper)

This 9Gag Clip

Mungkin cuplikan video ini adalah yang paling tepat menggambarkan hidup saya di tahun 2016. Ramot bertanya apakah 2016 saya merasa tidak bahagia. Sebenarnya bukan begitu saya melihatnya. Kami hidup terpisah setahun ini kembali ke kondisi kami belum menikah. Kondisi ini pernah membuat saya berpikir, ‘see ngapain nikah cuma menggali utang toh akhirnya urus hidup sendiri-sendiri‘. Namun keunggulan saya adalah mudah bahagia di kondisi apa adanya. Jadi seiring berjalannya waktu, saya menganggap kondisi yang kami lakukan normal. Termasuk saya dua tahun ini tanpa liburan dan berhenti memupuk impian

Kesimpulan: Jika Keseharian Saya dibuat Vlog, Gak Ada yang Nonton Sangking Monotonnya

Akhirnya saya cukup bersyukur bahwa kehidupan remeh saya ini cukup ditempuh dengan ojek aplikasi ataupun motor pinjaman yang rata-rata hanya memakan waktu 15-25 menit perjalanan. Saya masih berjuang mengembalikan berat badan ke angka 55 kg; sesuatu yang tidak terjadi di film My Stupid Boss.

2 thoughts on “Jika Hidup Saya di 2016 adalah Film, Maka..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s