Menyambut 2017 Ditemani @PassionPlanner

Saya sudah beberapa tahun berhenti menuliskan resolusi. Sebab selama ini saya patah hati. Ragu bahwa yang saya tuliskan terjadi. Saya ingin menjalani hidup biasa saja tanpa perlu berharap banyak.

Namun akhirnya saya berada di titik nadir kejenuhan. Jika hidup hanya menjalani apa yang ada sebisanya bagaimana saya tahu saya sudah berusaha maksimal? Akhirnya saya putuskan saya memulai untuk menuliskan target baru di hari paling penting dalam hidup. 31 Desember. Hari sakral ketika saya bisa merefleksikan semuanya dan menyusun kembali semua angan-angan. Justru hari ulang tahun bukan sebuah hari yang perlu dirayakan secara khusyuk untuk saya.

Saya percaya 2017 adalah tahun yang istimewa untuk saya. Selain karena saya sudah tidak terikat kontrak apapun, saya ditemani planner unik ini. Saya belum tahu wujudnya seperti apa sampai kemudian lima tulisan saya lolos untuk menerima hadiah passion planner.

Buat yang rutin membaca tulisan di blog ini, saya memang pernah menyatakan bahwa passion itu hanyalah Psikologi Populer. Tidak ada riset ilmiah mendalam mengenai passion. Namun bukan berarti saya menolak mentah-mentah passion planner. Mungkin lebih tepat disebut goal planner cuma dari segi nama kurang menjual. Isinya kurang lebih menjembatani apa yang menjadi target. Lalu prioritaskan apa yang ingin dilakukan

https://www.youtube.com/channel/UCqHQiQpT0UkmF73-y9JHbCw

Begitu saya menerima, saya langsung penasaran dan saya akui saya kepincut sekali dengan ide planner ini. Semua petunjuk pengisian dijelaskan secara detail. Bukan cuma sekedar mengatur jadwal bulan per bulan, jam per jam, tapi planner ini membantu merefleksikan apa yang sudah kita lakukan.

Saya jadi jauh lebih percaya diri bahwa apa yang saya tuliskan bisa tercapai karena ada target maupun kecil yang dapat dilakukan demi rencana besar. Seperti saya bilang di atas passion planner ini membantu kita memprioritaskan apa yang jadi target kita tahun 2017 (sebenarnya bisa tahun berapa saja karena kita sendiri yang menuliskan bulan per bulannya). Maka buat saya passion planner ini membantu saya memilih prioritas. Kalau selama ini saya selalu menjadikan semua aktivitas adalah prioritas dan akhirnya saya stres sendiri, saya harus mengeksekusi mana yang sebenarnya lebih penting dibanding yang lain.

Saya jarang mendapatkan apa yang saya inginkan dengan mudah. Seperti ketika ikut pelatihan di Trivia. Syarat usia sebenarnya tidak lulus (baca: ketuaan) tapi ketika pendaftaran kembali dibuka saya bs msk. Lalu ketika kompetisi Passion Planner ini muncul, saya menyelesaikannya di urutan terbelakang. Tantangan mudah untuk org lain. 5 artikel. Saya? menyelesaikan 5 artikel dari jam 9 pagi sampai jam 9 malam itupun di artikel ke-4 saya nangis tersedu2 dulu krn saya merasa saya terlalu lamban. Toh selesai! Passion planner ini semacam hadiah Natal untuk diri saya sendiri. Saya bawa ke mana-mana lengkap dengan bolpen yang disisipkan padahal belum diisi apa-apa haha. Agenda sudah menjadi benda wajib sejak saya kecil tapi 2012 saya berhenti memiliki planner. 2012 adalah tahun saya memutuskan jd pekerja lepad sehingga saya pikir saya tidak butuh PLAN dalam hidup. 4 tahun menjalani hidup tanpa jadwal jelas ternyata membuat saya merasa kelelahan. Semua tiba2 harus jadi prioritas no 1. Passion planner ini seperti menjawab kebingungan saya. di dalamnya saya bisa tulis sebenarnya bulan ini saya mau prioritaskan apa. Nanti saya fotokan bagian dalamnya. Ada interupsi dari Berry yang tiada bosan mencari perhatian saya (Cerita Berry juga menyusul). Psst : itu toples mini murah meriah di toko kelontong Pasar Depok Jaya. Tempat tisu suvenir nikah. Cangkir jadul Kedaung Senopati. Gmana? udah kaya selebgram belum? #TriviaID #PassionPlanner #PassionPlannerIndonesia #JadilahInspirasi #InspirasiIndonesia @passionplanner @passionplannerid @trivia.id

A post shared by Rumah Steril (@rumahsteril) on

Oh ya jadi apakah yang saya tulis untuk jadi prioritas fokus 2017? Tenang bukan soal punya anak koq. Itu bonus saja. Saya melihat menjadi seorang ibu sama seperti saya melihat pernikahan. Ada syukur, ga ada yo wis.

  1. Saya perlu mengurangi berat badan setidaknya 3 kg.
  2. Berhenti menjadi pecandu gula
  3. Membuat orang di media sosial mengenal eksistensi saya di dunia perkucingan hahaaha

Saya ingin pergi ke Ubud beberapa hari sendiri sekedar untuk kontemplasi tapi saya bisa paham jika itu tidak terjadi di hidup saya.

 

One thought on “Menyambut 2017 Ditemani @PassionPlanner

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s