Jual Ulos di Depok di Mana?

Ya begitulah pertanyaan yang ditanyakan kepada saya di hari Minggu yang khusyuk yang mana besoknya adalah tanggal merah (Maulid 2016). Jual Ulos di Depok di Mana? Yaa putar otak sejurus dua jurus lah. Ternyata ada hikmahnya menjadi kenek antar jemput kucing untuk sterilan. Selain karena kelebihan saya adalah jurus melayangkan pandangan dan menghapalkan setiap sudut lingkungan yang baru saya kunjungi.

Saya sempat melakukan pencarian di internet juga tapi saya ingat ketika saya melintas sebuah jalan di Depok Tengah, saya melihat ada toko modern yang menjual ulos dan songket. Namanya juga saya ingat : Obama Songket. Pasti pengagum presiden Amerika sebelum akhirnya digantikan Donald Trump nih. Setelah mendapat nomor dan memastikan mereka buka, akhirnya kami meluncur ke Obama Depok di Jalan Bahagia Raya. Lokasinya di seberang balai pertemuan orang Batak juga: Samina.

Saya suka penataan ulos dan songket di Obama Songket ini. Selain rapi, modern, bersih, seluruh kain juga mudah dilihat dibanding di Pasar Senen. Mengingatkan saya pada butik yang biasa ibu saya kunjungi di Aldiron Plaza (astaga naga referensi gue 80an banget).

Mong ngomong tahu gak Hari Ulos Nasional itu adalah 17 Oktober? Gak tahu? Sama dong. Sekarang kan apa-apa dibuat hari Nasional ya jadi wajar kalau kita tidak ingat bahkan tidak tahu. Yang saya ingat tadinya adalah hari gajian, sampai kemudian saya harus 100% pekerja lepas.. #eeaa #tjurhat. Gara-gara saya baca Tirto sambil menunggu proses pembelian ulos, saya jadi tahu soal Hari Nasional Ulos sekaligus macam-macam ulos.

jual-ulos-depok

Sejujurnya ada rasa penasaran terbesar saya tentang pemberian ulos ini. Setiap kali kaum ini memberikan ulos sampai bertumpuk-tumpuk itu, ke mana larinya ulos-ulos itu? (tanpa peduli sudut pandang etis, cuma peduli logis; camkan sekali lagi, Logis) Bolehkah ulos yang menumpuk itu kita jual kembali? Sehingga setidaknya kita pegang uang tunai setelah acara berakhir? Atau bisakah kita berikan saja kembali entah ke siapa jika sewaktu-waktu giliran kita yang harus memberikan ulos? Yah semacam seprai hadiah pernikahan yang menumpuk warnanya pink smua lah. Daripada dipakai, mending biarkan utuh jadi kalau pas tidak punya uang untuk angpauw kawinan, kasi aja seprai tersebut yang masih rapi jali di bungkusnya.

Pertanyaan ini tidak pernah saya layangkan karena saya cukup terkenal spesialis sindir menyindir kepada kaum ini dengan pernyataan ‘adat kudu diadakan, tinggalnya masih kontrakan‘. Jadi daripada disinyalir ingin bersikap menyindir, saya memilih diam saja. Ulos yang kepada saya dua tahun lalu juga masih ada. Saya simpan di kontainer bersama tumpukan kain lain. Lah wong saya ga punya lemari baju koq. Adanya rak buku yang saya alih fungsikan jadi tempat baju.

Setelah memilih ulos yang hanya butuh waktu 10 menit tapi akhirnya ngobrol selama 40 menit (sementara saya tertidur di pojokan), kami pun pulang. Saya tidak ingat harganya. Oh ya yang menarik, selain ulos juga membeli tandok untuk wadah beras. Si penjual sempat menanyakan apa warna kebaya supaya bisa serasi dengan tandoknya. Hahaha. Saya tidak bisa memilih. Comot asal yang penting bisa langsung pergi.

ulos-depok

Obama Songket ini memudahkan saya jika berikutnya ada penugasan membeli ulos. Selain lokasinya bisa ditempuh dengan ojek aplikasi, saya tidak perlu berurusan dengan inang-inang Pasar Senen yang suka main harga jika tahu pembelinya bukan orang Batak (lah bicara saya medok begini pasti kena getok kan). Mereka juga melayani pesanan melalui whatsapp dan melihat pilihan ulos ataupun songket di Instagram. Nah yang ini lebih enak lagi buat saya penggemar belanja online. Fiyuh, orang Depok dimudahkan juga ya urusan ulos dan songket!

obama-ulos-songket-depok

acara-masuk-rumah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s