Cerita Nikah Gue dibahas @adrianoqalbi

Sejujurnya saya baru mendengar podcast awal Minggu dari Adriano Qalbi di akhir 2016 ketika saya benar-benar merasa sepi bekerja sendirian di rumah (haha akhirnya ngaku juga sendiri bisa mematikan..). Saya saat itu merasa perlu seperti ada orang yang berbicara meredam suara dangdut yang mengalun setara level hajatan dari compo milik tetangga yang kebetulan membuka bengkel di rumahnya. Saya tidak terganggu dengan lagu dangdut yang disajikan Bens Radio dan Radio Cemerlang (radio ini yang selalu menjadi pilihan Bang Roman) cuma ada saat saya di titik jenuh karena lagu dangdut pilihan pendengar selalu itu-itu saja. Bayangkan saya pernah menghitung minimal lagu sambalado diputar 4x seminggu..

Entah bagaimana Podcast Awal Minggu ini masuk ke linimasa saya di Twitter (terlepas anak muda memilih Line dan orang yang terjebak masa lalu memilih Facebook; saya masih memilih  Twitter karena menyelamatkan saya dari rasa terjebak sepi).

Awal-awalnya saya sempat ingin membanting speaker ketika Adriano memulai dengan : ‘kali ini em..gue ga tahu mau ngomong apaan‘.

Dalam hati saya berteriak : ‘Oh Tuhan, podcast ini benar-benar bukan jawaban doa! Lha wong dia ga tahu mau ngomong apa..salah-salah jadi gregetan

Namun akhirnya saya menyelesaikan satu topik secara utuh. Setiap kali saya merasa sepi, saya pun kembali memutar Podcast Awal Minggu untuk selingan dari Bens Radio yang sekedar berkirim pantun. Dari semua, yang paling berkesan adalah topik ini.

Beberapa waktu sebelum podcast ini muncul, saya sebenarnya sudah memperhatikan Adriano muncul di vlog yang benang merahnya ya selaras dengan Podcast Awal Minggu 11 Januari. Pertama di sini:

Lalu masih ada beberapa lagi sih. Mungkin cuma perasaan saya saja, Adriano juga lagi mempertimbangkan untuk secara penuh waktu wirausaha. Bisa salah, bisa benar. Hehe tapi tulisan ini bukan soal itu.

Ketika saya mendengar Podcast 11 Januari, saya berakhir tertawa dan menahan air mata sendiri padahal saya kan jelas-jelas sendirian. Saya mau jaga citra ke siapa coba? Apa yang diceritakan Mbak Wulan dari Shout seperti melihat cermin atas kehidupan yang sedang saya jalani. Sebuah kehidupan di luar standar hidup manusia pada umumnya : mengurus sebuah usaha bersama pacar sebelum nikah, memulai sebuah usaha baru di awal pernikahan, tanpa anak bukan karena menunda dan sebagainya dan seterusnya.

Tips pernikahan dari Mbak Wulan pun bukan menjadi klise seperti tipikal orang Indonesia yang telah kehilangan kata untuk mengucapkan selamat atas sebuah pernikahan. Di podcast ini ada pula sebuah paparan soal memilih pasangan yang tidak seremeh-temeh dari sekedar mencari sebuah manusia seiman yang baekkk.

Mbak Wulan juga bercerita tentang jatuh bangunnya merintis usaha maupun kunjungannya ke penjara. Sebuah pembahasan yang akan segera dilewatkan oleh lulusan universitas terkemuka yang baru saja memegang ijazah dengan IP tiga koma lalu berharap segera memperoleh jodoh se-suku se-agama dan memperoleh pekerjaan dengan jaminan Hari Tua yang lumayan.

Podcast ini seperti menyuarakan nyanyi sunyi seorang pekerja lepas yang tidak akan pernah tertangkap radar masyarakat umum. Ada rasa lega di luar sana bisa mendengar orang-orang berbagi cerita mengenai kegundahan yang saya rasakan. Tentu ini akan membuat saya semakin tertutup kepada orang-orang yang menjalani hidup dengan rumus sederhana : bekerja, membangun keluarga, dan menjalani hari secara bersahaja.

Ketika podcast 11 Januari berakhir, ada rasa sedih. Keriuhan pembicaraan topik yang seru menghilang, kesunyian kembali datang. Namun setidaknya saya seperti merasa ditemani. Ada beberapa orang yang bercerita dan saya sebagai pendengar bisu merasa tidak sendiri menjalani hidup konyol ini. Ah syukurlah saya akan mengenang 11 Januari sebagai sebuah cerita yang menguatkan ketika saya merasa jenuh dengan pernikahan, bukan sebuah kandasnya kisah percintaan ala Glenn Fredly.

2 thoughts on “Cerita Nikah Gue dibahas @adrianoqalbi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s