33

Sepertinya baru ketika menginjakkan usia 33 tahun saya menulis sebuah artikel secara khusus mengenai hidup saya pribadi. Pernah sih ketika ulang tahun ke 31, 30, selebihnya saya nyaris tidak pernah menuliskan secara spesifik soal hari raya yang dipuja sebagian besar umat di dunia. Ini bukan karena saya tidak menghargai atas kesempatan hidup yang Tuhan sudah berikan tapi semata-mata hidup kadang lebih nyaman dirayakan dalam sunyi.

Kalau orang bilang usia 24 adalah usia kepala besar, usia 27 kamu menjadi ajeg, maka usia saya adalah masa ketika saya lelah menjadi sekedar bayang-bayang mengerjakan printilan. Saya iseng membandingkan dengan ibu saya yang ketika usia 33 tahun sudah memiliki anak usia 10 tahun. Ibu saya membeli perabot dan pakaian serutin saya mengadakan steril murah di Depok. Ibu saya biasa membuat jamuan makan skala 30 orang rutin dan sebagainya dan seterusnya sehingga saya bisa menyimpulkan ibu saya memiliki banyak kelebihan daripada saya. Ibu bukan cuma memiliki kelebihan uang dan keterampilan, tapi juga memiliki kelebihan berat badan dibanding saya. Hehe. Namun saya tidak mau seperti ibu. Sehari-hari menjalani kehidupan ibu rumah tangga. Saya jenuh menjadi mahluk hidup biasa saja tanpa ambisi.

sekeluarga
Ibu dan saya dalam sebuah kebaktian

Lihat tulisan di atas usia 27 tahun adalah usia kamu menjadi ajeg? Maka di usia itulah saya berjanji kepada Tuhan bahwa saya akan mendukung partner padahal saat itu partner dengan setia menggotong cucian pakaian pacarnya ke cuci kiloan di Depok. Sekarang, di usia 33, saya di titik jenuh menjalani kesepakatan itu dan ingin mencari lampu sorot untuk eksistensi saya sendiri. Saya lelah hanya sekedar menjadi bayang-bayang sebagai akibat dari konsekuensi menjadi seorang sokoguru alias pendukung. Mana ada ceritanya sokoguru menjadi sorotan dari sebuah rumah? paling juga dicoret-coret pakai krayon oleh bocah iseng dan dalam kasus dunia digital? nih tulisan saya soal pernikahan masuk di lingkar kolam tai 

Menginjak usia 33 dan ucapan ultah dr mertua diiringi dengan pemasangan alarm bahwa masa kadaluarsa wanita 2 th lg.

wp-1486727220345.jpeg

Saya paling malas terima ucapan ulang tahun ya salah satu alasannya ya di atas. Pernyataan ‘semoga segera … (isi sendiri sesuai standar budaya Indonesia)’.27 tahun pertama hidup, saya jarang terlambat. Kuliah bahkan termasuk yang tercepat namun sejak 27 semua jadi melambat. Saya terlambat menikah, terlambat punya anak, lebih terlambat lg membangun karir karena saya celap celup berbagai profesi. Terlambat utk standar masyarakat umum loh ya.

Mungkin kalau saya masih bermental ala kepala dua puluhan saya akan panas dengan pernyataan tersebut tapi seiringnya bertambah usia saya tidak tertarik menanggapi berkepanjangan. Saya cuma tertawa saja. Saya telah menyadari kebahagiaan hidup adalah tanpa merasa perlu berlomba dengan orang lain. Mungkin saya banyak terlambat dibanding perempuan 30an pd umumnya tapi saya tdk pernah merasa terhambat utk aktualisasi diri

saya sangat plong bahwa saya bisa menanggapi pertanyaan soal mengapa belum punya anak dengan tertawa riang benar-benar tanpa beban. saya sadar betul saya pribadi yang murung dan gampang mentung ke orang melalui pernyataan sarkastik kepada orang lain. Entah apa yg membuat saya terlalu berbahagia sehingga saya tidak terlalu urus dengan pertanyaan tuntutan

Ibu saya tidak pernah ribet dengan aktualisasi diri dan pencapaian pribadi. Sementara saya? Saya mempertanyakan eksistensi hidup. Akhirnya saya perlu membuat segala khayalan menyesuaikan kenyataan saja. Di usia 33 ini saya memutuskan:

  1. Olahraga dengan bantuan pelatih. Badan melar padahal jelas-jelas bukan hamil itu menyiksa batin. Selain sering diduga akan segera melahirkan, saya sering sesak memakai pakaian lama
  2. Saya memperbarui model pakaian.Sejak 2012 ketika saya memutuskan untuk menjadi 100% pekerja lepas, saya berhenti memikirkan pakaian dan menulis di agenda. Saya hanya memakai kaos dan celana pendek karena toh saya pikir tidak ada murid atau klien yang saya perlu temui. Cuma tahun 2017 ini saya kembali menulis di agenda dan kembali siap memperbarui pakaian saya kembali ke Vivi yang dulu.
  3. wp-1486727089699.jpeg

 

One thought on “33

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s