Tahun ke 7: Diperjuangkan

Tujuh tahun berjalan dengan orang yang sama buat saya adalah prestasi tersendiri. Saya orang yang mudah bosan dan bukan mengagungkan sebuah lembaga pernikahan yang harus dipertahankan sampai maut memisahkan.

Prestasi ini justru disumbangkan terbanyak oleh Ramot. Dia lah yang lebih banyak memperjuangkan beberapa hal signifikan dalam hubungan kami. Oh ya, kami memang menikah di tahun 2014. Namun tersebut tidak pernah saya perhitungkan sebagai sebuah awal. Saya sudah menghitung niat berkomitmen 4 tahun sebelumnya tanpa peduli apakah ada selembar surat resmi atau tidak.

Sekalipun saya menyatakan berkomitmen, karakter saya yang cenderung getir & belagu menjalani hidup seringkali memandang Ramot :

sebelah mata (tahun pertama),

super selow (tahun kedua-ketiga),

mahluk taat S.O.P (tahun keempat; tahun akhirnya kami mencatatkan hubungan ke negara lengkap dengan cicilannya).

Tahun ke-5 seperti pada umumnya era sebuah hubungan adalah masa kejenuhan. Saya sangat memahami jika Ramot di masa itu memilih tenggelam dalam kesibukan karena tahun itu adalah puncak dari segala kegetiran saya.

Tahun ke-6 semacam titik nadir lagi-lagi dari saya sendiri. Sesederhana bahwa saya melihat diri sendiri hanya menjalani hidup tanpa tujuan karena toh semua yang dibutuhkan Ramot sudah terpenuhi oleh staf di kantor (yang mana itu adalah rumah bagi Ramot).

Sejujurnya tanpa Ramot yang memperjuangkan, saya secara tidak bertanggungjawab bisa ujug-ujug meninggalkan semuanya. Namun Ramot adalah sahabat dan pendengar yang luar biasa bijak. Selain bahwa saya membutuhkan Ramot sebagai partner dalam mewujudkan tujuan hidup di bumi (muahahahaha azaz manfaat lah; Ramot kan bagus dalam melihat gambaran besar), di tahun ketujuh saya menyadari :

yang lebih mengharu biru untuk seorang perempuan itu bukan dicintai menggebu ala pertama kali bertemu tapi tetap diperjuangkan tanpa syarat sebagai satu-satunya tujuan dan dilakukan dengan sukacita

Vivi – 2017

Bayangkan selama tujuh tahun ini, saya ingat Ramot 3x memperjuangkan saya di hadapan keluarga, negara dan tentu saja saya rasakan sendiri. Sementara saya? Tercatat cuma 1x. Selebihnya saya cuma jatuh cinta setiap kali bertemu dan lebih sering pasang muka lempeng ketika lelucon dilemparkan 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s