Why Me Lord?

Lagu Why Me Lord ini saya dengar ketika sekilas melihat adegan John Nash kalau tidak salah. Hari ini saya kembali ingin mendengarnya setelah saya sempat di titik nadir (seperti biasa). Pengulangan merasa titik nadir ini bahkan sampai membuat saya bercita-cita, tepat usia 35 tahun nanti adalah setengah perjalanan hidup saya. Sepertinya per 2019 menjalani hidup dengan hitung mundur lebih realistis untuk saya daripada berkhayal hidup panjang sementara ada beberapa ganjalan dalam hati.

Tulisan di portal ini berserakan bahwa saya menjalani kehidupan wirausaha adalah kehidupan yang tidak saya bayangkan (kalau boleh jujur; mungkin tidak saya inginkan). Saya terlalu enggan membuat tautan ke tulisan yang saya maksud mengingat dalam beberapa jam saya harus menuju ke tempat pelatihan di Thamrin Jakarta yang mana artinya dalam waktu dekat saya wajib tidur pulas bukan terngantuk-ngantuk di kereta.

Baru saja kemarin saya tercetus, saya lelah untuk hidup cukup selama enam tahun ini saya perlu menjalani 2 pekerjaan (tahun 2012 adalah tahun resmi saya berhenti menjadi guru dan sejak itu saya selalu mengelola 2 hal dalam satu waktu). Ya harusnya lu fokus dong Vi! Gini neng, sebelum lu di posisi gw, ga usah mangap dulu kaya motivator ya. Saya sejujurnya lelah bahwa untuk setiap hal yang saya jalani, ketekunan yang saya punya, ya ga mbawa saya kemana-mana. Kaum BPJS (Budget Paspasan Jiwa Soksial) juga. Ga beda kan dengan guru yang jam kerja dan pendapatannya pasti. Memang saya banyak mempelajari tapi banyak waktu saya tersedot sampai-sampai saya tidak memiliki waktu istirahat setelah matahari tenggelam.

Lalu saya membaca keriuhan orang soal anak-anak yang terperangkap di gua di Thailand. Saya kemudian menyadari yang luar biasa besar selain kekuatan alam adalah semangat manusia. Hal menarik yang saya temui adalah ini (gambaran persentase baterai handphone saya seirama dengan gambaran kekuatan saya menjalani hari itu; dikit-dikit perlu diisi ulang):

Screenshot_2018-07-10-23-05-53-548_com.twitter.android.png

john volanthen

Tanpa bermaksud sok-sokan menyamakan pengalaman saya dengan mereka berdua, saya percaya satu waktu nanti saya akan paham apa rencana Tuhan membuat saya cukup paham marketing media sosial + manajemen kegiatan mingguan + menyiapkan pelatihan + mengurus kucing/ anjing + mengelola toko daring + humas + menulis blog. Semoga tepat pada waktunya juga Tuhan akhirnya jawab mengapa saya perlu berurusan dengan orang hipokrit 2 kali. 1 memang akhirnya saya melihat perubahan. Saya pikir cukup 1 sks. Ternyata saya salah baca Kartu Rencana Studi. SKS nya bukan cuma 1.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s