Merayakan 8 Tahun : Keluarga Cemmana

Sebuah hubungan yang sehat dimulai dengan hubungan yang selalu bisa menyampaikan umpan balik dengan asertif kan? Kan. Tahun 2018 ini saya menyadari ada yang perlu diubah dari visi yang pernah kami susun ketika kami menikah di tahun 2014. Tahun pernikahan tidak pernah saya jadikan angka 0. Saya berkomitmen untuk bersama Ramot jauh sebelum itu tanpa perlu surat resmi dan utang KTA yang menyesakkan.

Nah jadi buat saya saat ini sudah 8 tahun bersama. Dengan puluhan bulan merasa jenuh dan berancang-ancang meninggalkan Ramot tentunya. Namanya juga mahluk bosenan. Niat itu saya urungkan karena sejak awal 2018 saya ada ide soal Keluarga Cemmana ini. Apa itu keluarga Cemmana? Nanti saya jelaskan di bawah.

Kembali ke 2014. Sebuah tahun yang Ramot niatkan untuk menikahi saya entah dana dari mana. Ketika itu kami menyusun sebuah visi dan misi yang mana ingin saya tertawakan sendiri. Bagaimanalah 2 orang manusia, satu sedang mencari apa hal yang ia bisa tekuni dan satu orang gila kerja menutupi depresinya bisa menyusun kalimat bombastis seperti itu. Kalimat visi misi tersebut ada di sini.

Namanya manusia, kalau menyusun rencana masa depan, optimisnya luar biasa. Gak percaya? Coba ketika kalian pertama kali ambil cicilan kendaraan atau tempat tinggal. Awalnya begitu sanggup membayar cicilan. Di tengahnya bagaikan bernapas di balik selimut: gerah. Tentu yang saya salut adalah kalian dengan tekun menjalani itu sebagai takdir yang dijalani oleh orang usia dewasa. Sementara saya? cenderung enggan optimis.

Seiring munculnya visi misi baru maka saya tercetus dengan Keluarga Cemmana untuk menggambarkan kisah kami:

Keluarga Cemmana ini sebenarnya gambaran kaum pas-pasan ngehe. Berusaha menyeimbangkan antara harapan dan kenyataan. Keluarga Cemmana ini jelas tidak semapan Keluarga Cendana dan tidak sesederhana Keluarga Cemara

Visi dan misinya sendiri jadi berubah seperti ini:

VISI masih sama : Membentuk keluarga yang riang, terbuka dan sungguh-sungguh menjadi murid Yesus untuk dapat memuridkan orang lain. MISI :
Mendidik anak dengan berdiri menjadi teladan*), Membentuk kebiasaan sehari-hari agar setiap tindakan dan pikiran di dalam Yesus

Religius banget ya bawa-bawa Yesus? Padahal ke gereja juga jarang. Tenang visi kami bukan membuat banyak orang menjadi Kristen alias Kristenisasi. Kami justru ingin menunjukkan bahwa banyak pengalaman hidup kami yang bisa kami bagikan sehingga bisa jadi anda terlepas dari rasa bersalah menahun. Tentu pencerahan tersebut tidak bisa kami dapatkan dari pemuka agama tapi justru dari hubungan pribadi dengan Tuhan. 

Mendidik anak diberi tanda bintang sebagai penjelasan bahwa setelah mencoba jujur dengan diri sendiri, menempatkan kata anak semacam target bahwa visi dan misi hanya bisa tercapai dengan adanya anak. Berasa ngoyo aja. Kami menyadari bahwa level kebahagiaan (ataupun standar kesuksesan dan lengkapnya hidup kami) bukan dari kehadiran anak. Soal anak? Bapak Pembangunan akan membantu menjawab:
https://youtu.be/1uVZ65HktCQ

Advertisements

One thought on “Merayakan 8 Tahun : Keluarga Cemmana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s