Dream Wedding

*diedit setelah menerima kritik dan komentar dari partner*

Saya pernah punya khayalan akan seperti apa saya di usia 30 (tidak terjadi), saya punya khayalan pria ideal (pria yang ada di kenyataan lah yang ternyata saya butuhkan), dan tentu saja yang biasa dilakukan perempuan pada umumnya adalah pernikahan impian. Pernikahan impian yang pernah saya tulis sebagai inspiring wedding, bagaimana aku memperhatikan detail pernikahan, lalu aku pernah mencoba menuliskan secara rapi pernikahan impian seperti apa yang aku inginkan. Membaca tulisan terakhir membuat saya meringis. Mengapa ? Karena kenyataan tidak seperti film Hollywood Runaway Bride. Hahahaha. Atas nama pernikahan-itu-menyatukan-dua-keluarga-persaudaraan-itu-lebih-kental-dari-darah-ayam-keluarga-adalah-manusia-yang-selalu-ada-buat-kalian maka saya harus rela kehilangan kendali atas apa yang (menurut mereka) terbaik buat saya. Partner saya tentu saja seperti laki-laki pada umumnya tidak peduli dengan hari H ini. Buat dia menjadi patuh kepada kedua belah pihak keluarga sudah cukup membuat dia bahagia toh yang dia nantikan adalah hari-hari setelahnya. Kalau nggak ngapain juga perempuan-perempuan antri dililin di Salon Narsih ya nggak 😉

Ibu saya mengabaikan bahwa saya tidak suka keramaian, saya tidak suka mendengarkan petuah berkepanjangan tentang bagaimana itu menikah dari orang-orang yang sebenarnya (jauh di dalam lubuk hati mereka) mengelus dada dan tidak punya daya untuk keluar dari pernikahan (karena atas nama norma, agama, dan lainnya). Saya sudah punya rencana jahat untuk membuat jelek semua foto dengan tidak tersenyum. Saya tahu Ibu saya bisa langsung terkena stroke jika menangkap saya pasang muka bebek jadi untuk membuatnya tenang di depannya saya akan pasang muka senyum dan begitu ada kamera : muka bebek! (hahaha that’s what my partner said and he is right.. for several times I just wonder why he can stand with my annoying behaviour). Tentu saja muka bebek itu berlaku rata untuk acara setelahnya yang bahkan kebaya pinjeman masih dipertanyakan bentuk kerahnya seperti apa. Ya elah emang gue mau dipakein kalung berlian ratu Elisabet apa ampe gitu aja terempong rempong..(seketika ingat Pak Josua Tumakaka dan Tante Ratna… maaf ya saya lagi jadi murid yang ndablek)

Saya menjadi malas mengadakan pernikahan di Kembang Goela toh teman akan menikah di situ bulan November. Saya malas memikirkan soal bulan madu. Saya malas menggunakan iman saya untuk memiliki kebaya beberapa juta cuma untuk acara yang sebenarnya fungsi saya cuma untuk dijadikan badut tontonan. Tidak ada satupun bagian acara yang saya bisa angkat bicara ataupun sumbang saran. Saya berakhir menjadi tamu untuk pernikahan saya mereka.

Lalu partner saya menetapkan keputusan bahwa kami mengadakan acara sendiri di Depok untuk mengundang makan siang beberapa teman kami. Baiklah saya kembali ke selera asal. Ayam Tulang Lunak Hayam Wuruk Margonda saja. Sebenarnya gaun tersebut mau saya tambahi payet di Adhinatalia plus headpiece supaya setidaknya gaun itu mencerminkan saya sedikit. Gak ada ceritanya buka buka kerudung! gak ada!). Saya masih punya khayalan buat jas baru untuk partner saya seperti ini.. kalaupun tidak terjadi sama sekali bukan masalah buat saya. Kalau Keanu Reeves ada film Sweet November, maka saya akan ada Hectic November.

  • Sabtu, 1 November  menghadiri pernikahan teman baik saya di Dansa UI. Kesepakatan tidak perlu kasi angpauw. Anggap impas
  • Minggu, 2 November kemungkinan besar saya sudah dipanggil ke Pare tapi ada kemungkinan besar juga saya malas cepat-cepat ke Pare sehingga saya baru tiba di Pare hari Selasa.
  • Kamis Jumat, 6-7 November menjalani apa yang harus saya jalani untuk mendapatkan selembar kertas nikah dan pengakuan khalayak umum.
  • Sabtu, 8 November saya meninggalkan Pare karena ada sekolah minggu yang MEMANG SAYA INGIN URUS.
  • Minggu, 16 November saya akan makan siang dengan beberapa teman saya
  • Kamis, 20 November saya terbang ke Pekanbaru
  • Jumat, 21 November saya menjalani apa yang harus saya jalani dan menolak didandani ala NARUTO.
  • Sabtu, 22 November saya kembali ke Jakarta dengan penerbangan terakhir karena kembali saya membutuhkan waktu penghiburan saya di Sekolah Minggu setelah dikepung dengan orang banyak..

– November..apapun kejadiannya saya ingin mengakhiri 2014 dengan segera-

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s