Ramot

Entah mengapa tulisan ini koq jadi berasa ingin menuliskan sebuah pengakuan (coming out) ala seleb gay hahaha. Sederhana soalnya, saya tidak suka menunjukkan hubungan pribadi kepada umum karena buat saya norak. Saya menolak menggunakan kata ‘pacar’ untuk memperkenalkan Ramot kepada orang lain. Saya memilih menggunakan kata ‘partner’ untuk menghapus sisi imut dari hubungan kami. Satu yang saya tahu RAMOT adalah pemberian dari Tuhan untuk mengajarkan kepada saya bahwa Tuhan tahu yang lebih paling tepat untuk saya. Bagaimana Tuhan sendiri yang menjodohkan saya dengan Ramot sebenarnya bukan cerita ajaib. Ada pasangan lain yang juga mengalami hal yang sama koq. Hal yang tidak terpikirkan oleh saya, Tuhan sediakan melalui Ramot.

  • Menata lebih rapi. Ramot seorang yang suka menata barang dengan rapi (walaupun tidak terlalu segera membuang sampah atau merapikan kekacauan yang ia buat) Dari Ramot saya belajar untuk (mencoba) tidak asal bungkus. Mencatat keuangan termasuk di dalamnya.
  • Tepat pada waktunya. Ramot adalah orang yang lambat bertindak. Segala sesuatu dengan pertimbangan dan perhitungan. Sempat saya gregetan tapi saya juga banyak memperoleh hikmah dari itu
  • Partner Imam. Poin ini adalah bagian yang saya nikmati secara eksklusif. Ramot memang tidak mendadak menjadi partner imam. Semua stres dan rasa tertekan saya di rentang tahun 2010 dan 2011 berbuah sudah. Di awal hubungan kami begitu menyiksa saya karena saya lelah dengan semua pertanyaan Ramot yang mempertanyakan Tuhan. Sekarang semua berubah. Bukan karena saya tapi saya percaya karena memang Tuhan sudah berencana, saya bisa melihat Ramot layak jadi imam. Indikator menjadi imam di sini bukan dari kedisiplinan dia menjalani ritual seperti yang saya harapkan ataupun dari kesungguhan dia dalam penyembahan tapi saya tahu saya memiliki partner dalam beriman baik itu untuk membayar semua kebutuhan kami maupun untuk menolong binatang terlantar
  • TERTAWA. Tuhan tahu persis saya butuh tertawa
  • DUKUNGAN dalam TINDAKAN. Buat saya memberi dukungan dalam tindakan adalah hal teromantis dan Ramot melakukan hal tersebut.
hasil karya Ramot
hasil karya Ramot

 

Bagaimana dengan saya sendiri ?

  1. Saya tidak pernah menjadi pilihan pertama siapapun. Itu sebabnya di satu titik saya tidak memiliki kriteria apa – apa soal pasangan hidup. Istilah kata : ada yang mau aja udah syukur 😀
  2. Saya bersyukur ketika Ramot masuk dalam hidup, saya sudah selesai dengan segala kegalauan saya soal hubungan.
  3. Saya belajar menertawakan keputusan saya.
  4. Saya perlu kembali ke moto hidup saya

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s